Burung

Ada seorang lelaki tua yang memiliki hobi memelihara banyak burung.
Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya hilang.

Merasa aksi pencuri sudah keterlaluan, si lelaki tua membawa masalah
itu dalam pertemuan mingguan di kampungnya.

Lelaki tua: “Siapa di sini yang punya burung?”

Seluruh penduduk laki-laki segera berdiri.

Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:

“Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat
burung?”

Seluruh penduduk wanita pun berdiri.

Menyadari pertanyaannya masih tidak tepat, dengan muka merah padam dia
menyambung,

“Maaf, bukan itu maksud saya.”

Sekali lagi dia bertanya.

“Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang
bukan milik sendiri?”

Separuh penduduk wanita berdiri.

Muka lelaki tua itu makin merah. Ia makin gugup.

“Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya
adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?”

Lalu. Isteri lelaki itu pun pun berdiri. dan dua orang wanita lain.

Maka kali ini muka sang isteri merah padam.

Lelaki itu pun terpaksa melarikan diri.

Menyesal dia bertanya…ha…ha..ha

———————————————————-

Makanya klo nanya, kalimatnya yang jelas bro..:)

Advertisement

~ by postingaja on June 5, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.