Hal-Hal Kecil Penunjang Sukses

•August 22, 2008 • Leave a Comment

“You cannot teach a person something he does not already know; you can only bring what he does know to his awareness…”
Galileo

Hal-Hal Kecil Penunjang Sukses

Baru-baru ini saya berseminar di sebuah bank terkenal. Di seminar itu saya bercerita tentang pengalaman saya yang sering berkirim sms pada lebaran, tahun baru dan waktu2 lainnya. Ini semua untuk menjaga network saya.

Setelah seminar teman saya bilang, “Pak Tanadi, sebenarnya saya mengundang Bapak ini juga karena sms Bapak. Lama saya tidak kontak2 dengan Bapak. Saya ingin sekali membuat acara bersama bapak, tetapi saya tidak punya lagi nomor kontak Bapak, karena HP saya pernah hilang. Eh pas lebaran lalu ada sms Bapak. Saya jadi tahu kontak Bapak. Dan akhirnya saya bisa mewujudkan acara ini.”

Saya sering mengajarkan teman2 untuk menjaga network. Salah satu caranya adalah berkirim sms itu. Dulu saya melakukan ini dengan email. Setiap 2-3 bulan atau setahun 4 kali kira-kira, saya membuat email cerita tentang kehidupan saya yang menarik, tentang keadaan dan pandangan saya terhadap dunia bisnis terkini, tentang hal-hal bermanfaat lainnya. Emailnya cukup panjang. Dan saya kirim ke semua teman yang ada di address book saya.

Kebiasaan beremail ini tergantikan dengan sms sekarang. Saya mengirim sms ke teman-teman di hari-hari besar; lebaran, tahun baru, natal. Juga pada hari hari biasa lainnya, yang penting ada sesuatu yang menarik orang untuk membaca. Cobalah membuat sms tentang cerita singkat anda, tentang hal yang menarik, lucu dan lainnya. Apa saja. Dan kirikan ke teman-teman sebanyak mungkin.

Apa yang akan terjadi ? Teman anda akan selalu teringat anda. Selalu ter-’inform’ tentang kehidupan anda yang terakhir. Sehingga kalau teman anda mencari bisnis baru, mencari seorang partner, mencari teman karena adanya ’opportunity’ besar, karena dia tahu sms anda, dia ingat anda, dia akan mengkontak anda. Jadinya anda sebenarnya telah meningkatkan keberuntungan anda sendiri.

Hal-hal kecil seperti ini kadang akan menopang dan menunjang kesuksesan anda. Ini semua hanya karena anda melakukan hal-hal kecil positip secara rutin dan berkelanjutan. Sesuatu yang sebenarnya mudah dan murah. Keberuntungan itu adalah kesempatan yang bertemu dengan persiapan. Network akan membantu membuka kesempatan sukses anda. Selamat berbisnis dan sukses untuk anda.

Copyright © 2005 sam-design.com – All Rights Reserved

(From: Bisnis Wisdom- Tanadi Santoso)

Burung

•June 5, 2008 • Leave a Comment

Ada seorang lelaki tua yang memiliki hobi memelihara banyak burung.
Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya hilang.

Merasa aksi pencuri sudah keterlaluan, si lelaki tua membawa masalah
itu dalam pertemuan mingguan di kampungnya.

Lelaki tua: “Siapa di sini yang punya burung?”

Seluruh penduduk laki-laki segera berdiri.

Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:

“Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat
burung?”

Seluruh penduduk wanita pun berdiri.

Menyadari pertanyaannya masih tidak tepat, dengan muka merah padam dia
menyambung,

“Maaf, bukan itu maksud saya.”

Sekali lagi dia bertanya.

“Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang
bukan milik sendiri?”

Separuh penduduk wanita berdiri.

Muka lelaki tua itu makin merah. Ia makin gugup.

“Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya
adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?”

Lalu. Isteri lelaki itu pun pun berdiri. dan dua orang wanita lain.

Maka kali ini muka sang isteri merah padam.

Lelaki itu pun terpaksa melarikan diri.

Menyesal dia bertanya…ha…ha..ha

———————————————————-

Makanya klo nanya, kalimatnya yang jelas bro..:)

Krisis Identitas

•June 3, 2008 • Leave a Comment

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Sering kali kita menganggap bahwa krisis identitas diri hanya
menjangkiti kaum remaja. Kita mengira usia remaja adalah masa-masa
labil setiap jiwa. Sehingga begitu banyak pertanyaan yang
membingungkan dibenak kaum muda. Sedangkan jawabannya tidak selalu
bisa ditemukan dengan mudah. Apalagi ketika kebingungan itu sampai
kepada pertanyaan tentang mengapa kita ini dilahirkan? Tetapi,
apakah benar bahwa krisis identitas diri itu hanya menjangkiti
mereka yang masih belia? Betulkah kita yang merasa diri sudah dewasa
ini sudah tidak lagi digerayangi oleh krisis semacam itu? Atau,
jangan-jangan; bagi orang-orang dewasa seperti kita, krisis itu
sudah menjangkit secara kronik? Dan menjelma menjadi derita yang
tiada kentara?

“Jadi kita mau nonton apa, nih?” Tanya saya. “Emh….” Istri saya
masih menimbang-nimbang. “Kalau Ayah maunya apa?” katanya. Kami
kurang antusias karena film baru yang ingin ditonton ternyata belum
diputar dibioskop itu. Maklum, kami langsung menuju ketempat itu
tanpa survey terlebih dahulu. Sayangnya, tak satupun dari sederet
film yang sedang diputar menggugah selera saya. Biarpun begitu,
akhirnya kami sepakat juga untuk memilih The Nanny Diaries. Tidak
ada ruginya juga, kan? Kalau ternyata filmnya tidak menarik, ya
tinggal keluar saja nantinya.

Ternyata saya salah. Film itu sangat memikat sejak awal hingga
akhir. Dan bagian paling mengesankan bagi saya adalah segmen awal
ketika Annie Braddock yang baru menyelesaikan kuliah itu menjalani
interview di sebuah perusahaan keuangan terkemuka di Amerika. Sang
pewawancara membuka percakapan dengan mengatakan bahwa perusahaan
menerima delapan ribu surat lamaran; padahal hanya ada sepuluh
lowongan kerja yang tersedia. Jadi, pasti orang terbaik sajalah yang
mendapatkan kesempatan itu. Dan perusahaan ingin mengetahui,
siapakah orang terbaik itu. “Now,” katanya, “Can you explain who
Annie Braddock really is?”

Jika anda sudah menonton film itu, anda tentu masih ingat bagaimana
raut wajah Annie mendengar pertanyaan sederhana itu. Dia bilang; itu
pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab. “I am Annie. Annie
Braddock.” Lanjutnya. Masih dengan percaya diri yang tinggi. Namun,
pada detik berikutnya… “I am…ehm…” dia mulai tergagap. “I…h…”. Sang
pewawancara menatapnya sambil tersenyum. Dia tahu anak itu tidak
akan bisa menjawab pertanyaannya. “I…em, execuse me…..” Annie
bangkit dari kursi; lalu pergi meninggalkan sang pewawancara. Dalam
perjalanan pulang Annie masih tidak mengerti; jawaban apa yang harus
diberikan atas pertanyaan itu. Who Annie Braddock really is?

Annie Braddock adalah potret kita dimasa lalu. Ketika baru lulus
sekolah, kurang lebih seperti itulah diri kita. Polos. Lucu. Dan
lugu. Mungkin juga agak dungu. Anehnya, meski itu sudah bertahun-
tahun lamanya berlalu; ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa
setelah dewasapun kita masih membawa-bawa krisis itu. Untuk
mengujinya, mari kita bercermin barang sesaat. Jika kita masih
mengharapkan pujian atas kebajikan-kebajikan yang kita lakukan; maka
itu adalah salah satu indikasi bahwa kita masih terjangkiti krisis
percaya diri. Berapa banyak orang yang merasa kesal hanya karena
orang lain lupa memberi pujian? Betapa banyak orang baik yang kapok
memberikan bantuan hanya gara-gara orang yang dibantunya tidak
mengucapkan kata `terimakasih’. Betapa banyak dermawan yang
mengharuskan namanya untuk disebutkan melalui pengeras suara atau
dituliskan disurat kabar untuk sejumlah sumbangan yang diberikannya.

Orang-orang yang tidak mengalami krisis identitas diri tidak
mengkhawatirkan pujian orang lain. Mereka yang identitas dirinya
sudah jelas, tidak silau dengan ucapan terimakasih. Dan mereka yang
sudah menemukan identitas dirinya; bahkan tidak mengharapkan orang
menyebut namanya ketika sejumlah sumbangan diberikan. Sebab, orang-
orang seperti itu memahami benar bahwa identitas diri sama sekali
bukanlah label yang diberikan oleh orang lain kepada dirinya;
sehingga dia menjadi sosok yang begitu terkenal. Bagi mereka,
identitas diri adalah atribut yang mereka tabungkan sehingga ketika
suatu saat kelak sang pewawancara mengatakan; “Can you explain who
Annie Braddock really is?” mereka bisa menjawabnya dengan baik. Dan,
kali ini; wawancara itu bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan
mencari jalan untuk pulang. Sedangkan sang pewawancara itu tiada
lain kecuali wakil yang ditunjuk oleh sang Tuhan.

Bisakah anda membayangkan, seandainya kita datang menghadap sang
khalik kelak? Dipintu gerbang rumahNya yang maha indah Dia mengirim
utusan untuk bertanya kepada anda; `maaa anta?’ Siapa sih loe? Lalu,
seperti Annie Braddock, kita gelagapan untuk mencari jawaban.
Seorang Annie Braddock, masih bisa pulang dan mencari pekerjaan lain
meskipun itu berarti dia harus menjadi seorang nanny. Tetapi, adakah
U-turn sesudah melewati pintu mati? Kita semuanya tahu bahwa disana,
konon hanya ada dua pilihan tempat untuk bermukim. Yaitu; tempat
yang sangat menyenangkan dan yang amat menyakitkan. Ketempat
menyenangkan itulah kita hendak bermukim saat kembali pulang.

Masalahnya, tempat itu diperuntukkan hanya bagi orang-orang yang
memiliki identitas diri yang jelas. Yaitu, mereka yang memiliki
jawaban atas pertanyaan itu. Maka dari itu, orang-orang yang sadar
akan hari setelah kematian sangat berhati-hati dengan setiap bisikan
hati. Sebab, mereka tahu bahwa bisikan hatilah yang menentukan
antara benar dan salah. Hitam dan putih. Rahmat dan siksa. Misalnya,
ketika mereka hendak bersedekah, hatinya berkata; berikanlah hak
mereka tanpa syarat. Tak lama kemudian hatinya kembali berbisik;
eit, tunggu dulu. Ini kesempatan bagimu untuk dikenal orang sebagai
sang dermawan. Hasil akhir kedua bisikan itu sama; tindakan
memberikan derma. Namun, nilai keduanya berbeda.

Jaman sekarang, krisis identitas diri itu sudah menjadi semakin aneh
saja. Pada musim-musim terntentu; sering sekali muncul wajah-wajah,
dan nama-nama pembawa kebajikan. Penyeru pebaharuan. Dan segala
macam gerakan kemanusiaan lainnya. Tidak cukup sampai disitu,
manusia dewasa seperti kita; sering merasa tidak puas dengan
ketenaran yang kita miliki. Sehingga, saat menolong orang lainpun
kita masih bisa sambil terkekeh-kekeh. Kita senang melihat orang-
orang berlarian untuk berebut recehan yang kita lemparkan. Semakin
itu heboh, semakin itu indah. Sekarang, untuk mendapatkan sedekah
seribu rupiah saja orang harus saling menginjak. Berlari dari ujung
lapangan yang satu keujung lapangan yang lainnya. Sementara sang
penderma berada dikendaraan yang berputar-putar sambil terus menerus
melemparkan lembaran demi lembaran uang untuk diperebutkan. Maka,
acara berderma berubah menjadi iklan sekaligus tontonan.

Ketika saya kecil dulu, guru ngaji saya pernah bilang; “Kalau
berbuat kebajikan itu tidak perlu ribut-ribut. Bahkan, ketika tangan
kanan engkau memberi sedekah, tangan kirimu tidak perlu tahu.”
Sekarang, banyak orang yang merasa dermanya kurang afdhal jika tidak
disertai kehebohan, liputan media masa, atau upacara.

Orang-orang yang mengharapkan pujian; pasti akan mendapatkan pujian.
Jika mereka mengharapkan pujian dari sesama manusia; pasti akan
mereka dapatkan. Memangnya siapa sih orang yang tidak bersedia
memuji orang-orang dermawan yang sudah memberinya sejumlah
sumbangan? Sedangkan orang-orang yang mengharapkan pujian Tuhan,
pasti Tuhan tidak akan membiarkannya bertangan hampa. Dan itu, sudah
cukup untuk mengumpulkan jawaban ketika Dia bertanya; `maaa anta?’
Siapa sih loe?

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman

http://dizhang.multiply.com/

http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:
`Siape sih Loe?’ bukanlah pertanyaan tentang data diri seperti yang
tertera dalam akte kelahiran. Melainkan tentang atribut kepribadian
sang pemilik nama; atas seberapa berkualitas, dan seberapa ikhlasnya
dia.

The Humble, Anita Roddick

•May 29, 2008 • Leave a Comment

Kisah hidup Anita Roddick dan pekerjaannya adalah sebuah kisah yang layak untuk diceritakan kepada khalayak umum.

Kisah hidupnya seperti kisah sebuah legenda atau mitos yang memberi pengaruh secara global.Dia adalah seorang pengusaha yang cukup terkenal dan berpengaruh.Ia adalah wanita Inggris yang kaya raya.Kosmetik buatannya yang terbuat dari bahan-bahan alami sangat laris dan diperkirakan ia bisa menghasilkan lebih dari $200 million per bulan.Ia adalah wanita yang terkenal sangat rendah hati.

Direktur of The Body Shop ini  lahir pada tahun 1942 di Littlehampton, Inggris pada tgl.23 oktober dan dibesarkan di bagian timur Inggris, dekat Brighton.Ibunya adalah  seorang imigran Italy dan ayahnya orang Amerika yang memiliki usaha cafe. Roddick mengatakan bahwa sejak kecil ayahnya telah mengajarnya

bagaimana ia harus bekerja keras dalam setiap usaha yang yang ia kerjakan.

“Saat itu, setiap anak -anak imigran diajarkan bagaimana mereka harus bekerja dengan keras.

Setiap anak kecil seperti telah ditetapkan menjadi pekerja keras dalam hidupnya.

Itulah budaya orang-orang imigran” kata Anita.

Sejak kecil ia telah menjaga cafe, bahkan di hari pertama ayahnya membuka cafe tersebut.

Tidak ada jam istirahat.

Hidup Roddick bukannya indah ketika ia kecil,

orang tuanya bercerai ketika ia masih berusia 8 tahun dan ibunya menikah lebih dahulu dari ayahnya.

Saat ia berusia 10 tahun, ia masuk dalam kisah babak baru dalam hidupnya.

Saat itu ia memiliki sebuah buku, Penguin Book, buku mengenai Holocaust yang berisikan gambar-gambar sadis di camp kosentrasi.

Saat itu emosinya memberi reaksi aneh ketika ia membaca dan melihat foto-foto dalam buku itu.

Hatinya dipenuhi belas kasihan, sensitif dan begitu peka akan penderitaan.

Ia sangat peduli akan kondisi orang lain.

Bisa saja ia memiliki pribadi yang keras karena didikan ayahnya atau berjiwa pemberontak dan nakal karena kisah asmara ibunya yang kawin cerai.

Tahun 1962, Roddick mendapatkan beasiswa untuk belajar di Kibbutz,Israel.

Dari sanalah ia mulai belajar berbisnis kecil-kecilan. Sepulang dari Israel, ia memiliki banyak pekerjaan.

Sedikit demi sedikit dari hasil kerjanya tersebut ia tabung.

Hasil tabungannya itu ia pakai untuk mengunjungi Tahiti,New Hebrides,

New Caledonia, Australia dan Johannesburg - perhentian terakhirnya.

Kemudian ia kembali ke Inggris dan bertemu dengan Gordon Roddick.

Mereka menikah pada tahun 1971.

Mereka berdua pun membuka usaha restoran dan hotel dengan  8 kamar. Tapi usaha mereka ini tidak berjalan dengan lancar.

Suaminya pun terpaksa pindah Amerika sedangkan Anita harus tinggal dengan ke dua anaknya dan ia harus menafkahi ke dua anaknya tersebut. Ia harus berjuang demi ke dua buah hatinya. Ia mulai mengutak utik beberapa bahan alami untuk membuat kosmetik.Bermula dari jualan kecil-kecilan, ia kemudian membuka sebuah toko kecil di Brighton dengan 15 produk buatannya. Ia berpikir untuk berbisnis dalam dunia kosmetik karena ia selalu bertemu dengan para wanita yang selalu membahas tentang tubuh mereka, kulit mereka, wajah, kondisi tubuh setelah melahirkan dan sebagainya.

Tidak lama berselang, ia membuka toko ke dua miliknya.

Akhirnya para langganannya meminta Roddick agar mau membuka Franchise untuk kosmetik miliknya.

Dari sanalah usaha Roddick semakin  berkembang.

Roddick menjadi penguasaha terkenal.Hebatnya adalah ketikan hidupnya

semakin diberkati dan kesuksesan semakin berpihak kepadanya,

Roddick semakin peduli akan lingkungannya dan sesamanya.

Ia menentang penggunaan binatang sebagai percobaan untuk membuat kosmetik.

Bahkan karbon yang dihasilkan pabriknya ia gantikan dengan menanam banyak pohon yang akan menetralkan karbon tersebut

pada tahun 2010.Oleh karena itu ia disebut sebagai ”The Queen of Green”.

10 September 2007, Roddick meninggal dunia karena pendarahan otak.

Sebelumnya ia mengidap penyakit hepatitis C.

Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown memberinya penghormatan

dan menyatakan bahwa Roddick adalah pengusaha terhebat,

terjujur,terbersih dan peduli akan sesama.(vlorin***)

_________________________________________________________________________________

Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira

karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah

(Mazmur 37:11)

Dikutip dari : Halaman Profil Renungan Bulanan Wanita edisi Februari 2008

Continue reading ‘The Humble, Anita Roddick’

Stop the cough at night

•May 5, 2008 • 1 Comment

Try this remedy
It works 100% of the time although the scientists at  the Canada Research council (who discovered it) aren’t sure why.

To stop nighttimes coughing in a child (or adult as we found out personally), put Vicks Vaporub generously on the bottom of the feet at bedtime,
then cover with socks. Even persistent, heavy, deep coughing will stop in about 5 minutes and stay stopped for many, many hours of relief.

Works 100% of the time and is more effective in children than
even very strong prescription cough medicines. In addition it is extremely soothing and comforting and they will sleep soundly. It was a surprising
finding and found to be more effective than prescribed
medicines for children at bedtime, in addition to
have a soothing and calming effect on sick children
who then went on to sleep soundly.

An adult friend tried it on herself when she had a very deep constant and persistent cough a few weeks ago and it worked 100%! She said that it felt like a warm blanket had enveloped her, coughing stopped
in a few minutes and believe me, this was a deep, ( incredibly annoying!) every few seconds uncontrollable cough, and she slept cough-free for
hours every night that she used it.

So, if you have kids/grandchildren, pass it on. If  you end up sick, try yourself and you will be absolutely amazed

Lowongan di Realta

•May 5, 2008 • Leave a Comment

Corporate Profile
Pt RealtaChakradarma (REALTA) adalah perusahaan IT yang berdiri sejak 24 tahun yang lalu, dengan konsep yang kuat dalam memberikan solusi IT yang terbaik kepada para pelanggannya, yaitu TOTAL SOLUTION yang comprehensive dan terpadu untuk berbagai aspek mulai dari software aplikasi, hardware, infrastruktur sampai dengan service & support.
Hari ini, REALTA termasuk salah satu perusahaan IT yang amat dicari oleh berbagai kalangan bisnis, terutama dalam hal software aplikasi.
Dengan jumlah melebihi 125 karyawan proffesional IT, REALTA melayani lebih dari 250 client dari berbagai jenis usaha, mulai dari perusahaan menengah dan besar sampai dengan perusahaan yang berskala internasional
REALTA menyediakan kesempatan karier yang baik untuk berbagai jalur profesi, dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anda untuk berkembang bersama REALTA.
Software Consultant (Konsultan IT)
Tanggung jawab :
Anda bertanggung jawab sebagai pelaksana implementasi, yaitu memberikan training, konsultasi dan memberikan solusi kepada client dalam hal penerapan software aplikasi dari REALTA.
Anda harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, sehingga dapat menerima konsultasi dan memberikan penjelasan dalam hal penerapan software aplikasi dengan tepat guna.
Tugas anda termasuk juga menangani complaint maupun permintaan client dalam mengembangkan aplikasi software REALTA yang digunakan client.
Persyaratan :

1. Min. D3 / S1 – Komputer Akuntansi / Akuntansi / Manajemen informatika
2. Pria / Wanita, Umur antara 21-30
3. Mempunyai pengalaman kerja Min. 2 tahun dalam bidang akuntansi/perhotelan/kepegawaian
4. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat bekerja sama dalam team
5. Mempunyai pengetahuan yang baik mengenai komputer dan akuntansi
6. Bersedia ditugaskan keluar kota
7. Lebih mengutamakan yang berbahasa Inggris secara aktif

Marketing Executive (Bussiness Representatif) – Software
Tanggung jawab :
Anda bertanggung jawab untuk memasarkan dan menjual produk software aplikasi REALTA sesuai dengan target yang ditentukan.
Anda bertugas mencari calon client, membuat proposal sesuai dengan kebutuhan client, melakukan presentasi, negosiasi sampai target penjualan tercapai.
Anda harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, mempunyai jaringan luas, kemampuan melakukan presentasi, dan dapat bekerja dalam team.
Persyaratan :
1. Min. S1 Management / Manajemen Informatika / Akuntansi
2. Wanita / Pria , Umur antara 22 – 30 tahun
3. Mempunyai pengetahuan mengenai software komputer.
4. Mempunyai pengalaman Min. 1 tahun dalam penjualan produk IT atau software aplikasi
5. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat bekerja sama dalam team
6. Lebih diutamakan yang lancar berbahasa Inggris.

Marketing Executive (Bussiness Representatif) – Hardware
Tanggung jawab :
Anda bertanggung jawab untuk memasarkan dan menjual produk hardware-REALTA sesuai dengan target yang ditentukan.
Anda bertugas mencari calon client, membuat proposal sesuai dengan kebutuhan client, melakukan presentasi, negosiasi sampai target penjualan tercapai.
Anda harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, mempunyai jaringan luas, kemampuan melakukan presentasi, dan dapat bekerja dalam team.
Persyaratan :
1. Min. S1 – Teknik Elektro / Teknik Komputer
2. Wanita / Pria, Umur antara 22 – 30 tahun
3. Menguasai Komputer Hardware dan Networking
4. Mempunyai pengalaman Min. 1 tahun dalam penjualan hardware.
5. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat bekerja sama dalam team
6. Lebih diutamakan yang lancar berbahasa Inggris.

JAVA Programmer
Tanggung jawab :
Anda bertanggung jawab untuk membangun software aplikasi, terutama aplikasi bisnis (mis : akuntansi, HRD dan sejenisnya).
Anda juga bertugas untuk mengembangkan aplikasi yang ada saat ini di REALTA, sehingga menjadi lebih advance dan komprehensif.
Persyaratan :
1. Min. S1 Computer Science/Electro/Teknik Informatika/Management Informatika
Pria / Wanita, umur antara 24-30 tahun
2. Min. 2 tahun pengalaman sebagai programmer
3. Lebih diutamakan yang menguasai SQL Database 2000/2005, Windows 2000/2003
4. Menguasai SQL Syntax / SQL Statement
5. Menguasai JAVA programing
6. Menguasai reporting tools menggunakan : crystal report, mailmerge, expertdoc
7. Pernah develop aplikasi Human Resources ( lebih diutamakan )
Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat bekerja sama dalam team
8. Dapat berbahasa Inggris dengan baik
9. Bersedia ditugaskan keluar kota

Web Designer
Tanggung Jawab :
Anda bertanggug jawab membangun dan mengembangkan web site yang ada di REALTA. Selain itu juga melakukan design untuk berbagai marketing tools, seperti misalnya brosur, presentation material dll.
Anda harus mempunyai kemampuan menggunakan berbagai computer design tools, spt misalnya Dream Weaver, Corel Photoshop, Art Director, dll
Persyaratan :
1. Min D3 / S1 Management Informatika / Design Grafis / lain-lain yg sejenis
2. Min 1 tahun sebagai web designer
3. Menguasai pengetahuan mengenai design grafis dan web design dengan baik
4. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat bekerja sama dalam team
5. Lebih mengutamakan yang berbahasa Inggris secara aktif

Lowongan dapat dikirim ke :
Pt. Realta Chakradarma
Jl. Petojo Melintang 25A, Gambir, Jakarta 10160
Email : realta.hrd@realta.net

Soup Buntut

•May 3, 2008 • Leave a Comment

Bahan :

600 gr Buntut Sapi

150 gr Kentang kecil

2 bh wortel,potong-potong

1 btg daun bawang,potong-potong

1 bh tomat,potong-potong

Bawang goreng secukupnya

1800 cc air

Bumbu :

1 ruas jahe,potong-potong

1 btg kayu manis

1 sendok teh penyedap rasa, jika suka

6 btr cengkeh

1 sendok teh garam

1 sendok teh lada bubuk

Cara Membuat :

1.Rebus buntut sapi dengan 1800 cc air hingga empuk.

2.Masukan garam,lada,cengkeh,kayu manis,jahe,penyedap rasa

3.Masukan kentang dan wortel.Masak hingga empuk.Aduk-aduk. Angkat.

4.Hias dengan tomat,tabur bawang goreng dan daun bawang. Hidangkan.

untuk 5 porsi

(Aura180)

Selama Masih Ada Kesempatan

•May 3, 2008 • Leave a Comment

Gandenglah tangannya selama ia masih sanggup menggenggam tanganmu

Berjalanlah bersamanya semasa ia masih kuat melangkah denganmu

Berikanlah bunga ketika ia masih dapat mencium wanginya

Bawakanlah hadiah kesukaannya sementara ia masih berada disampingmu

Bisikanlah ’Aku Sayang Padamu’ saat telinganya  masih bisa mendengar ucapanmu

Peluklah erat dirinya ketika ia masih mampu merasakan kehangatan dekapanmu

Nyatakanlah sekarang

Lakukanlah saat ini

Ketika masih ada waktu bersama

Selama masih tersedia kesempatan

Sebab akan tiba waktu

Yang tidak pernah engkau tahu

Dia akan pergi dari sisimu

Apapun juga yang kau lakukan saat itu

Apapun juga yang kau katakan kala itu

Tidak akan berpengaruh

Karena ia sudah terbujur kaku

Jangan biarkan penyesalan datang memburu

Jangan tunda-tunda lagi,sekaranglah kesempatanmu

Denpasar, 4 November 2006 (elt)

Frm.Mutiara Kehidupan Wanita

Galatia 6:9

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik,karena apabila sudah datang waktunya,

kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Happy Kartini’s day

•April 22, 2008 • Leave a Comment

To my lovely wife
Happy Kartini ‘s day…

Cheers,

Wanita Cantik

Seorang anak laki-laki kecil bertanya
kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita”, kata
sang ibu kepadanya.

“Aku
tidak mengerti”, kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
“Dan kau tak akan pernah mengerti”

Kemudian anak laki-laki itu bertanya
kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa
alasan?”

“Semua
wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh
ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu
tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita
menangis.

Akhirnya
ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu
mudah
menangis?”

Tuhan berkata:

“Ketika Aku
menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang
istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,
harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “

“Aku
memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan
menerima
penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “

“Aku
memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang
lain
menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan
tanpa
mengeluh “

“Aku
memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya

“Aku
memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan
melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya

“Aku
memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan
ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu

“Dan
akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah
khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu:

Kecantikan
seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia
tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan
seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada.”

Marketing Kartu Kredit

•April 22, 2008 • Leave a Comment

 

2 Minggu lalu ketika di bengkel, saya di telp oleh seorang marketing kartu kredit

dari LB sebut aja R.

Waktu itu, karena suasana hati saya juga lagi gak enak.. jadi ketika dia tawarkan

sebuah kartu khusus untuk wanita, dan setelah mendengarkan penjelasan yang panjang lebar dari dia…

saya bilang oke saja ketika mau dikirimkan form aplikasinya.

Beberapa hari kemudian, benar saja.. form itu saya terima di rumah..

tapi emang dasarnya gak mau apply..jadi  ya saya biarkan saja form itu di meja.

Lagi pula, saya sudah punya 2 kartu kredit Gold dengan limit lumayan besar..

jadi untuk apa lagi?? pikir saya

Besoknya, R telp saya.. (kebetulan saya lagi nyetir  di jalan, mau ke kantor) menanyakan apakah sudah terima aplikasinya..

Saya jawab sudah, dan saya bilang pada R bahwa saya tidak jadi apply

dengan alasan tidak di kasih ijin lagi sama suami punya kartu kredit.

Kembali,.. panjang lebar dia memberikan alasan-alasan yang memang masuk akal.. seperti.. dicoba aja dulu bu..toh kan gratis iuran tahunan pertama, lalu di minta untuk membandingkan suku bunganya dengan kartu kredit yang saya punya sekarang… dll.. pokoknya dia mau saya apply.

Sebagai marketing .. saya mengakui bahwa R adalah salesman yang sudah profesional. Dia bisa menjelaskan dengan baik mengenai produknya maupun pesaing.. tapi akhirnya jadi sales yang “sangat memaksa” yang menurut saya jadi hanya untuk kepentingan komisinya aja.

Apply aja bu..gak ada ruginya kan..lagipula aplikasi udah di tangan ibu tinggal kirim aja..

masalah nanti mau dipakai atau tidak terserah karena kartu ini juga perlu diaktivasi dulu .. begitu katanya..

Saya sudah menolak.. eh.. dijelasin lagi.. bla..bla..bla.. , lalu saya bilang lagi sama dia.. gak jadi apply pak .. dengan alasan suami tidak kasih..

eh malah ngajarin saya .. kan yang belanja ibu.. gak pake ijin gak masalah kan??

Wah, saya sudah mulai kesal.. bisa-bisanya ngajarin orang.. lalu dia masih ngomong terus menjelaskan ini itu.. dan saya bilang tidak pak.. tidak.. masih juga ngoceh.. sampe akhirnya saya putus telp itu..karena saya sudah benar-benar kesal.

Inti yang mau saya bagikan adalah..

Sebagai Sales person adalah baik jika kita bisa menyampaikan secara lengkap produk-produk yang dijual bahkan jika mengetahui produk pesaing itu lebih bagus lagi.

Cuma.. alangkah bagusnya kalau kita sebagai sales tidak mengutamakan kepentingan pribadi dalam menjual, dalam hal ini adalah komisi. Walaupun sudah jadi rahasia umum ya..  Sales = Komisi :)

Menjadi Sales person yang tulus.. rasanya akan lebih baik & terhormat, juga  untuk hubungan dengan calon pelanggan ke depannya.. pasti akan lebih baik daripada kita harus memaksakan kehendak kita demi komisi yang ingin di capai.. (kecuali anda bisa menyembunyikan aura Mu Du anda hehehe..:)

Tetapkan dulu Misi anda sebagai sales..

misalnya : Ingin membantu orang lain.., atau memberi kemudahan bagi orang lain..

baru deh nanti komisinya mengalir :)

Setuju??

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.